Seminar Wawasan Kebangsaan: Upaya Tingkatkan Literasi Gerakan Moderasi dan Tangkal Isu Radikalisme
temanamal.org – Suasana Aula yang tertata rapi dengan dominasi hijau dan kuning dari seragam para peserta tampak memenuhi ruangan dalam kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pimpinan … (silakan sebutkan ortom/lembaga penyelenggara/isian sesuai kebutuhan). Kegiatan ini mengusung tema “Peran Perempuan dalam Menangkal Isu-Isu Radikalisme dan Intoleransi terhadap Kelompok Tertentu” dan diikuti oleh puluhan peserta dari unsur organisasi otonom Muhammadiyah.
“Literasi kebangsaan harus dibangun dari ruang-ruang kaderisasi semacam ini. Dengan pemahaman yang lurus, kita berharap warga persyarikatan mampu menjadi penyejuk di tengah derasnya isu radikalisme dan intoleransi,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi kebangsaan. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa radikalisme tidak selalu identik dengan simbol agama tertentu. Menurutnya, radikalisme justru muncul ketika seseorang tidak mampu memandang perbedaan secara proporsional.
“Radikalisme bisa tumbuh dari sikap merasa paling benar. Muhammadiyah sejak awal berdiri telah mengajarkan moderasi, bukan dengan istilah, tetapi dengan praktik nyata: menebar rahmat, bukan kebencian,” tegas narasumber.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan seputar bagaimana perempuan Muhammadiyah dapat mengambil peran strategis dalam menangkal narasi intoleransi. Pertanyaan tersebut dijawab dengan lugas oleh narasumber.
“Perempuan adalah pusat pendidikan pertama dalam keluarga. Jika ibu memiliki wawasan kebangsaan yang mencerahkan, maka keluarga akan tumbuh dengan karakter cinta damai dan tidak mudah terprovokasi. Ini adalah dakwah yang sesungguhnya,” jelasnya.
Tidak hanya berhenti pada tataran teori, seminar ini juga memberikan contoh konkret mengenai cara menyikapi perbedaan di tengah masyarakat majemuk. Peserta diajak memahami bahwa dakwah berkemajuan bukan hanya tentang menyampaikan kebenaran, tetapi juga menghadirkan keteduhan.
Suasana keakraban terlihat ketika moderator membuka sesi refleksi. Para peserta diminta menyampaikan kesan dan rencana tindak lanjut setelah mengikuti seminar. Seorang peserta mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti kegiatan ini.
“Kami merasa mendapatkan bekal penting. Terkadang kami aktif di komunitas, tapi kurang memahami narasi kebangsaan secara komprehensif. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat sikap moderat warga persyarikatan,” tuturnya.
Menutup acara, panitia mengajak seluruh peserta untuk terus menyebarkan semangat Islam berkemajuan dengan narasi persatuan dan persaudaraan. Mereka berharap kegiatan semacam ini bisa berlanjut dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.
Dengan terselenggaranya seminar ini, Muhammadiyah dan Aisyiyah kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan dakwah yang mencerahkan dan menjadi pelopor dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa.