Dari HPT Jilid 3 hingga Homo Sapiens: IMM Tulungagung Bedah Nalar Politik di Seminar Kebangsaan
Sumber: Acara Berlangsung

Dari HPT Jilid 3 hingga Homo Sapiens: IMM Tulungagung Bedah Nalar Politik di Seminar Kebangsaan

Oleh: Muhammad Khoirun Nizam 18 November 2025 73 Dilihat
Berita

Suasana Lotu’s Garden, Senin malam (17/11), berubah menjadi forum intelektual yang hangat ketika Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tulungagung menggelar Seminar Kebangsaan. Acara ini mempertemukan dua narasumber dengan perspektif tajam dan saling melengkapi: Imam Khoirudin (Fokal IMM) dan Rijal Abdullah (Anggota DPRD Tulungagung).

temanamal.org – Suasana Lotu’s Garden, Senin malam (17/11), berubah menjadi forum intelektual yang hangat ketika Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tulungagung menggelar Seminar Kebangsaan. Acara ini mempertemukan dua narasumber dengan perspektif tajam dan saling melengkapi: Imam Khoirudin (Fokal IMM) dan Rijal Abdullah (Anggota DPRD Tulungagung).
Keduanya mengajak peserta menyelami nalar politik dari dua sudut pandang berbeda—etika kepemimpinan Muhammadiyah dan dinamika sejarah peradaban manusia.
Imam Khoirudin: Politik adalah Realitas Sehari-hari
Dalam pemaparannya, Imam Khoirudin menegaskan bahwa politik bukan sesuatu yang tabu, melainkan bagian dari kehidupan manusia sejak membuka mata.
“Berbicara politik adalah hal yang lumrah. Setiap hari kita bersentuhan dengan politik, apalagi di era digital seperti sekarang,” ujarnya.
Imam kemudian menguraikan lima kriteria kepemimpinan menurut Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Jilid 3 sebagai pedoman bagi kader IMM dalam memilih pemimpin yang layak:
Integritas – Kejujuran moral yang tidak bisa ditawar.
Kapasitas – Kemampuan intelektual dan kecakapan manajerial.
Populis – Keberpihakan nyata kepada rakyat banyak.
Visioner – Mampu melihat dan merencanakan masa depan.
Kenegarawanan – Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.
Bagi Imam, kelima indikator ini adalah standar minimal yang wajib dipegang jika IMM ingin berperan sebagai kekuatan moral-politik.
Rijal Abdullah: Politik “Abu-Abu” dan Kekuatan Narasi
Berbeda dengan Imam, Rijal Abdullah membawa peserta berjalan jauh menelusuri sejarah peradaban manusia. Mengutip gagasan dari Homo Sapiens, ia memaparkan bahwa peradaban manusia berkembang melalui kemampuan bercerita dan membangun narasi.
Menurutnya, politik dan ekonomi selalu berada di wilayah “abu-abu”, penuh ketidakpastian dan rentan manipulasi wacana.
“Manusia adalah satu-satunya makhluk yang bisa membuat cerita, termasuk narasi yang mengada-ada, hanya demi melegitimasi kekuasaan,” tegas Rijal.
Ia juga menyinggung dinamika wacana yang pernah muncul di Indonesia, mulai dari isu “Islam Nusantara” pada 2016 hingga narasi “Radikalisme”, yang menurutnya tidak lepas dari kepentingan politik tertentu.
Rijal turut menyentuh konsep revolusi kognitif manusia—dari ditemukannya api, berkembangnya pertanian, hingga memasuki Revolusi Kognitif ke-6: Artificial Intelligence (AI).
Diskusi semakin menghangat ketika Rijal mengaitkan literatur besar seperti Asas Anna Karenina dalam konteks kebahagiaan serta pemikiran Tan Malaka tentang kaum borjuis sebagai struktur penindasan kelas.
Dialektika Pemikiran: Moralitas dan Realisme Sejarah
Pertemuan dua gagasan—idealisme kepemimpinan berdasarkan HPT Jilid 3 dari Imam Khoirudin dan realisme historis dari Rijal Abdullah—menciptakan diskusi dialektis yang mendalam. Peserta tidak hanya diajak menilai karakter calon pemimpin, tetapi juga memahami bagaimana narasi politik dibangun dan bagaimana peradaban manusia membentuk pola kekuasaan.
Seminar ini membuktikan bahwa mahasiswa IMM Tulungagung masih memiliki daya kritis dan taring intelektual untuk menganalisis arah politik daerah maupun nasional.
Malam itu, Lotu’s Garden bukan sekadar venue diskusi—tetapi menjadi ruang lahirnya kesadaran politik baru bagi para kader muda Muhammadiyah.

Tags:

education PC IMM Tulungagung DPRD Tulungagung

Bagikan Berita Ini:

Komentar (1)

A

Ani

18 November 2025, 09:33

Abadi perjuangan kami...

Tinggalkan Komentar

Fidyah

Program Unggulan

Fidyah

Melalui program fidyah ini, insyaAllah setiap fidyah yang ditunaikan tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga menjadi jalan kebaikan dengan men...

Donasi Sekarang

Lihat Program Kebaikan Lainnya

Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumatra, dan Lumajang
Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumatra, dan Lumajang
Lihat Detail